Sabtu, Januari 03, 2009
Jumat, Desember 12, 2008
Alhamdulillah
Akhirnya semua acara berjalan dengan lancar. Tidak ada gangguan. Cuaca juga terang benderang. Persediaan juga lebih-lebih.
Terima kasih ya Allah. Engkau memang Maha Menatur segalanya. Hanya Engkau yang bisa membuat acara pernikahanku dan suamiku berjalan sesuai rencana.
Sabtu, November 22, 2008
Saat Ini
Entah besok, lusa, nanti
Aku tak ingin mengkhawatirkan itu
Aku sudah bersyukur dengan semua ini
Dengan nafas yang diberi-Nya
Dengan keluarga yang dikaruniakan-Nya
Dengan kesehatan yang dilimpahkan-Nya
Aku sudah bersyukur dengan keadaan ini
Karena aku adalah bagian dari titik debu antariksa yang masih bernyawa
Karena aku adalah makhluk yang masih bisa bersujud kepada-Nya
Karena aku adalah perempuan biasa yang bahagia
Terima Kasih Atas Semuanya, Ya Allah
Rabu, November 12, 2008
Long Time No See My Blog
Hmm, apa ya?
Emm..
Em...
Emmmm, AKU MAU MERIED
Ha Yeeeeeeeeeeeeeeeeeee
Rabu, September 03, 2008
Dia Datang Lagi
Ramadhan menjumpai kita
Bersyukurlah kita,
Allah Swt memberi kesempatan untuk menabung pahala
Marhaban Ya Ramadhan
So nice to meet you
Senin, Agustus 04, 2008
Resensi - An Affair to Forget

Excellent. Itulah yg bisa ta simpulkan dari novel ini. Cara unik yg dilakukan oleh an educated woman untuk menarik kembali suaminya yg jatuh ke pelukan wanita lain. Judulnya An Affair to Forget. Ditulis oleh Armaya Jr. Baru pertama aku mendengar namanya. Tapi emang GagasMedia ga akan pernah salah menyeleksi penulis baru.
Peran utama dipegang oleh Anna, seorang istri; akuntan; event organizer dan salesperson di sebuah perusahaan property, yang mulai curiga dengan gelagat suaminya – Toni – yang tak lagi seromantis sebelumnya. Berkat bantuan sahabatnya, dia berhasil mengetahui wanita cantik – Dini – yang jadi selingkuhan suaminya. Bukan lantas melabrak dan menjambak2 rambut seperti yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh para ibu2 yang terselingkuhi, tapi malah berusaha menjadi sahabat bagi si Sefia.. Berkat keramah tamahannya, dia berhasil menguak penyebab kenapa suami tercintanya berselingkuh. Rupanya sang suami mulai kehilangan sosok istri – Anna – yang manja dan suka merengek-tengek minta tolong. Anna yang sekarang, pikir Toni terlalu mandiri dan jarang sekali minta bantuan2 kecil darinya. Anna lebih suka berkutat dengan pekerjaannya, meski sudah bukan lagi jam kantor. Padahal bagi Toni, suami adalah tempat bergantungnya seorang istri. Toni merasa tidak lagi dianggap suami oleh Anna.
Akhirnya, berbesar hati Anna introspeksi diri. Dia merelakan beberapa peran bisnisnya kepada teman. Perhatiannya kepada Toni dan 2 anak laki2nya juga dia tambah. Walhasil, dengan rencana dan cara2 pintar dia berhasil menyadarkan suaminya – sekaligus dirinya – bahwa : a family is a home, the place which a couple should be there. Bukan begitu?

