http://duniamerahmuda.blogspot.com

Minggu, Agustus 23, 2009

Sahur sahuuur

Sahur.. Sahur

Sabtu, Agustus 22, 2009

Marhaban Ya Ramadhan


Ramadhan telah tiba
Seneng? Seneng donk..
Kaget ga puasa hari pertama?
-Btw, kapan terakhir kita puasa?-
Bagi yg rajin puasa sunnah, yaa ya kaget lah..
tp bisa aja ga kaget, lha wong baru kemaren2 'nyaur' utang puasa tahun lalu
wah waahh..
-Btw lagi, kapan ya terakhir kita Tadarus?
Bagi yg rajin baca Qur'an, yaa mungkin seminggu sekali dua kali
Tapi bagi yang males -kaya aku- yaa ini kesempatannya
Ayo deh kita rajin2 in sekarang
Mumpung kita masih bisa...
Ya kaan...

So, Marhaban Ya Ramadhan
Semoga kita bisa memanfaatkan moment indah ini dengan segala bentuk amal
Amin

Senin, Agustus 17, 2009

Indonesia-ku, Aku tetap rakyat-Mu


SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA

Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan
Amarah merajalela tanpa alamat
Kelakuan muncul dari sampah kehidupan
Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

O, zaman edan!
O, malam kelam pikiran insan!
Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan

O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!
Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara

O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan!
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur!
Berhentilah mencari Ratu Adil!
Ratu Adil itu tidak ada. Ratu Adil itu tipu daya!
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara

Bau anyir darah yang kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata:
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat
apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa
apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya

Wahai, penguasa dunia yang fana!
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta!
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?
Apakah masih akan menipu diri sendiri?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran kalap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan!

Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.

WS RENDRA
======
Sajak ini dibuat di Jakarta pada tanggal 17 Mei 1998 dan
dibacakan Rendra di DPR pada tanggal 18 Mei 199

Jumat, Agustus 07, 2009

Rest in Peace

Inna lillahi wa inna 'ilaihi roji'un
Selamat jalan nenekku tercinta
Kita semua, anak dan cucumu akan selalu mendoakan
Semoga engkau bahagia di alam sana
Suatu hari nanti, entah kapan, kita juga akan menyusulmu

Kematian...
Masih terngiang suara monitor deteksi jantung di UGD RSI
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit
Menyayat hati...

Membayangkan lagi peristiwa 2 hari yg lalu (5 Agustus 2008 pukul 10.30-14.45)
membuatku merinding. Seolah-olah itulah gambaran 'aku' pada 'waktunya' nanti.
Menyadarkan bahwa semua yg ada d dunia ini adalah sia-sia. Tak ada gunanya dan tak akan dibawa.
Yang menemani kita pada saat Naza' Sakarotul Maut adalah amal kita
Yang menuntun kita membaca Laa ilaa ha illallaah adalah keluarga yang mencintai kita.
Bukan harta dan jabatan profesi kita.

Ya Allah.. Terima kasih.
Engkau telah memberi kesempatan padaku untuk menyadari semua itu.
Have a rest in peace my grandma..
We Luv u full